Toyota Surabaya . Diberdayakan oleh Blogger.
Langsung ke konten utama
MENGAPA MEMILIH KAMI ??? HARGA KOMPETITIF, BERAGAM PILIHAN MODEL, PENAWARAN SPECIAL DAN DISKON, TRANPARANSI HARGA DAN LAYANAN KONSULTASI GRATIS.

ORANG YANG DIAM BUKAN BERARTI TIDAK TAHUOleh: Ruddy Minargo


ORANG YANG DIAM BUKAN BERARTI TIDAK TAHU

Oleh: Ruddy Minargo



Ada orang yang ketika mengetahui sesuatu, langsung bertanya.

Ada yang langsung marah.

Ada yang memilih menjelaskan.

Dan ada pula yang hanya diam.

Menariknya, orang yang diam sering kali justru dianggap tidak tahu apa-apa.

Padahal, belum tentu.

Bisa jadi dia tahu. Bahkan mungkin dia tahu lebih banyak daripada yang kita kira.

Hanya saja, tidak semua pengetahuan harus diubah menjadi percakapan.

Tidak semua kenyataan harus diperdebatkan.

Dan tidak semua hal yang kita ketahui harus kita ungkapkan.


Diam bukan berarti tidak memiliki jawaban

Kita hidup di zaman ketika orang terbiasa memberikan reaksi dengan cepat.

Ada masalah, langsung bicara.

Ada sesuatu yang tidak disukai, langsung berkomentar.

Ada yang membuat kecewa, langsung diumumkan.

Seolah-olah setiap sesuatu harus mendapatkan respons.

Padahal, diam juga merupakan sebuah pilihan.

Seseorang bisa saja memilih diam karena sedang berpikir.

Bisa karena sedang menahan emosi.

Bisa karena tidak ingin memperpanjang masalah.

Atau mungkin karena dia sudah memahami sesuatu yang tidak perlu lagi dijelaskan.

Di titik tertentu, seseorang tidak lagi membutuhkan banyak kata untuk memahami sebuah keadaan.

Dia hanya melihat.

Mendengar.

Mengamati.

Kemudian mengambil kesimpulan dalam diam.


Ada saatnya seseorang berhenti bertanya

Pernahkah kita melihat seseorang yang dulu banyak bertanya, tetapi kemudian tiba-tiba menjadi sangat diam?

Dulu dia ingin tahu.

Dulu dia mencoba memahami.

Dulu dia memberikan kesempatan untuk menjelaskan.

Tetapi setelah berkali-kali mendapatkan jawaban yang tidak sesuai dengan kenyataan, mungkin akhirnya dia berhenti bertanya.

Bukan karena tidak peduli.

Tetapi karena dia sudah mendapatkan jawabannya dari apa yang dia lihat sendiri.

Terkadang tindakan seseorang berbicara jauh lebih keras daripada kata-katanya.

Dan ketika seseorang sudah melihat cukup banyak, penjelasan tambahan mungkin tidak lagi mengubah apa pun.


Jangan menganggap diam sebagai kelemahan

Diam sering disalahartikan sebagai ketidakmampuan untuk melawan.

Padahal, tidak bereaksi bukan berarti tidak mampu bereaksi.

Ada orang yang sebenarnya bisa membalas, tetapi memilih tidak melakukannya.

Ada orang yang punya banyak hal untuk dikatakan, tetapi memilih menyimpannya.

Ada orang yang mengetahui kesalahan orang lain, tetapi tidak mempermalukannya.

Itulah sebabnya kita tidak boleh terlalu cepat menganggap diam sebagai kelemahan.

Sebab seseorang yang mampu menahan dirinya ketika memiliki alasan untuk berbicara, terkadang justru sedang menunjukkan bentuk pengendalian diri yang paling sulit.


Tetapi diam juga memiliki batas

Namun, diam bukan berarti seseorang akan selamanya menerima semuanya.

Setiap orang memiliki batas.

Ada titik ketika seseorang berhenti menjelaskan.

Berhenti meminta.

Berhenti berharap.

Dan perlahan mulai mengambil jarak.

Perubahan itu terkadang tidak dramatis.

Tidak ada pertengkaran.

Tidak ada perpisahan besar.

Tidak ada kalimat panjang.

Hanya seseorang yang perlahan menjadi lebih tenang…

dan semakin tidak banyak bicara.

Di situlah kita sering terlambat menyadari:

ternyata diamnya bukan karena dia tidak tahu.

Dia hanya sudah selesai memahami.


Tidak semua yang kita ketahui harus kita katakan

Kedewasaan mungkin bukan hanya tentang mengetahui banyak hal.

Tetapi juga tentang mengetahui kapan harus berbicara dan kapan harus diam.

Sebab mengatakan kebenaran pada waktu yang salah bisa menjadi luka.

Mengungkap sesuatu yang tidak perlu bisa menjadi masalah.

Dan memenangkan sebuah perdebatan tidak selalu berarti kita memenangkan hubungan.

Ada kalanya menjaga hubungan lebih penting daripada membuktikan bahwa kita benar.

Ada kalanya menjaga harga diri lebih penting daripada mendapatkan pengakuan.

Dan ada kalanya menjaga ketenangan diri sendiri jauh lebih berharga daripada menjelaskan sesuatu kepada orang yang memang tidak ingin memahami.


Jangan membuat seseorang menyesal karena pernah memilih diam

Ada satu hal yang sering kita lupakan.

Ketika seseorang masih mau bertanya, mungkin sebenarnya dia masih memberikan ruang.

Ketika seseorang masih mau menjelaskan, mungkin dia masih ingin memperbaiki keadaan.

Ketika seseorang masih menunjukkan rasa kecewa, mungkin masih ada sesuatu yang dia harapkan.

Tetapi ketika semuanya berubah menjadi diam…

jangan selalu menganggap semuanya baik-baik saja.

Mungkin justru saat itulah seseorang mulai belajar melepaskan.

Bukan karena dia tidak punya perasaan.

Melainkan karena terlalu lama membawa perasaan yang sama akhirnya membuatnya lelah.


Pada akhirnya, diam adalah bahasa yang tidak selalu mudah diterjemahkan

Tidak semua diam memiliki arti yang sama.

Ada diam karena marah.

Ada diam karena kecewa.

Ada diam karena takut.

Ada diam karena sedang berpikir.

Dan ada diam karena seseorang sudah terlalu banyak memahami.

Karena itu, jangan buru-buru menyimpulkan seseorang hanya karena dia tidak mengatakan apa-apa.

Kita tidak pernah tahu apa yang sedang terjadi di dalam kepalanya.

Mungkin dia sedang memilih kata yang tepat.

Mungkin dia sedang menyelamatkan sebuah hubungan.

Mungkin dia sedang menjaga dirinya sendiri.

Atau mungkin…

dia sudah tahu jawabannya, tetapi memilih tidak mengatakannya.


Sebuah catatan untuk kita semua

Sebelum meremehkan seseorang yang diam, cobalah berhenti sejenak.

Jangan langsung berpikir:

"Dia tidak tahu."

Bisa jadi dia tahu.

Jangan berpikir:

"Dia tidak berani."

Bisa jadi dia hanya tidak ingin memperpanjang.

Dan jangan berpikir:

"Dia tidak peduli."

Bisa jadi justru karena pernah terlalu peduli, sekarang dia memilih menjaga dirinya sendiri.

“Diam bukan selalu tanda tidak tahu.
Kadang, diam adalah tanda seseorang sudah terlalu memahami.”

Pada akhirnya, tidak semua yang kita ketahui harus kita katakan.

Tidak semua yang kita lihat harus kita ungkapkan.

Dan tidak semua orang yang diam membutuhkan kita untuk memaksanya berbicara.

Ada diam yang perlu dihormati.

Sebab mungkin di balik diam itu, ada cerita panjang tentang seseorang yang sudah terlalu sering mencoba memahami… sampai akhirnya memilih untuk tidak lagi menjelaskan.

Dan ketika seseorang yang biasanya banyak bicara akhirnya benar-benar diam, mungkin yang berubah bukan pengetahuannya.

Yang berubah adalah harapannya.


Ruddy Minargo
Tentang manusia, pilihan, dan hal-hal yang sering kali lebih dalam daripada apa yang terlihat.

Popular Posts